Penyembelihan hewan kurban tidak dimaksudkan sebagai ajang latihan "menciptakan"korban
Terminologi "kurban" berbeda dengan "korban". Kurban secara bahasa bermakna "mendekatkan", dari kata qorroba, yuqarribu, qurbanun. Secara syar'i *sebagaimana sunah Rasulullah SAW-kurban adalah penyembelihan hewan ternak (domba, sapi, atau unta) sebagai salah satu rangkaian perayaan Idul Adha (Hari Raya Haji).
Secara teologis, kurban adalah penapakan atas jejak tauhid nabi-nabi lewat kisah "pengurbanan" Ismail oleh Ibrahim; sebuah kisah yang menunjukkan betapa Ibrahim sanggup mempertaruhkan apa saja-termasuk perintah penyembelihan Ismail-demi kepatuhannya kepada Tuhan. Dengan memahami tiga elemen kurban di atas (bahasa, syar'i, dan teologis), maka setidaknya ada tiga pemahaman penting yang tidak boleh dilepaskan dari ibadah kurban.