Pintu Tobat (True Story)
Tags: motivasi
Panas sekali hari ini, rasanya amat malas apalagi keluar rumah. Mungkin saya terlalu banyak minum minuman keras yang masuk kedalam perutku
Sabda Rasullulah Saw; “Sesuatu yang memabukkan,banyak atau sedikitnya pun haram” (HR. Nasai dan Abu Dawud). Sedangkan Firman Allah Swt “Hai orang yang beriman, sesungguhnya [minuman] khamr, berjudi, berkorban untuk berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan2 itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (Al Maidah; 90). Untunglah ada si paijo yang selalu menemaniku kemanapun saya pergi. Dia yang terkadang memberi semangat untuk terus hidup dan bertahan di dunia yang terkadang penuh dengan kekerasan ini. “Tumben kamu agak malas keluar rumah?” kata Paijo sambil berjalan dilorong-lorong gang yang sempit. “ada apa sih dengan kamu?” kata Paijo melanjutkan. Perkataannya Akhirnya saya menjawab dengan senyuman tipis meskipun kepala ini terasa berat, sebagai tukang minum adalah bagian dari kehidupan dan pekerjaan saya.
Tibalah saya dengan Paijo di tempat tongkronganku, tempatku mencari uang dan tempat dimana saya dan teman-teman biasa menghabiskan minuman keras.
“Hai kesini!” teriak beberapa teman dari kejauhan. Saya sempat terkejut dan menegok kearah mereka, saya sempat berpikir apa yang terjadi dengan mereka. Akhirnya saya mendekati dan ternyata mereka sedang rooling gelas yang dengan minuman keras. “Nih buat kamu” kata Parmin yang juga salah seorang teman karibku sambil menyodorkan gelas itu kepadaku. Tanpa berpikir panjang saya langsung menyambar dan meneguknya. Rasa buah jeruk dengan sedikit rasa getir mengelitik di tengorokanku, akhirnya untuk menghilangkan rasa getir yang ada, aku mengambil mengambil kacang disampingku. Gelas demi gelas telah saya minum sama mereka, tawa, canda maupun omongan2 yang terkadang jorok membuat suasana semakin gaduh apalagi ditambah hilir mudik kendaraan dan pejalan kaki tapi kami tak satupun menghiraukannya kalau dipikir2 syaraf malu kami sudah putus karena perasaan malu kami sudah tidak ada pada diri kami semua . Akhirnya Paijo memecahkan perhatian kami ”Aku sudah tidak kuat lagi sambil ngomel2 tidak karuan, dengan badan yang kurus itu ia tergeletak, mungkin hari ini badannya kurang fit biasanya dia paling doyan dengan yang satu ini. Saya dan teman2 yang lain melanjukan masih ada 1,2 botol lagi. Bau minuman mulai menyengat hidung.
Rasanya badan ini mulai lemas dan kebas karena terlalu banyak minum. Kepalaku mulai berat, mata nanar bahkan untuk melihatpun sudah tidak jelas lagi.
” Bahwasannya Rasullulah Saw. Telah mendera orang yang meminum minuman keras dengan dua pelepah tamar [kurma], empat puluh kali” (HR. Muslim),
Sedangkan Firman Allah Swt ” Dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk”.( Al A’ raf; 157).
Habis sudah pesta minum2an itu beberapa orang mulai beranjak pergi meninggalkanku dan Paijo. Sayapun tidak tahu kemana arah mereka perginya maklum mereka juga anak2 jalanan seperti diriku juga kebanyakan kerjaan mereka jadi tukang parkir atau cuma sekedar lontang lantung dibeberapa kios dan mall didaerahku. Saya masih tidak bergeser dar tempat dudukku. Dalam keadaan seperti ini anganku melambung jauh kedepan terbersit dalam otakku ” akankah saya hidup dalam keadaan seperti ini terus, mimum2an keras dan menghabiskan sisa hidupku dijalanan?”. Perasaan lelah dan capek dengan keadaan saya sekarang ini. Banyak sudah teman2ku jatuh jadi korban kematian akibat minuman keras; ada yang meninggal karena tabrakan ada pula yang over dosis. Sayapun tidak tahu kapankah semua ini akan berakhir. Pikiran2 saya inilah yang selalu menghantuiku setiap waktu.
Sudah beberapa tahun terakhir ini saya mengenal seorang teman bahkan dia kuanggap sebagai bosku memang secara tidak langsung saya ikut bekerja sama dia. Dia dan teman2 kerja saya inilah yang selalu mendorong untuk menuju kearah hidup yang lebih baik. Suatu hari bosku menawarkan sebuah jalan keluar, jalan pencerahan mungkin menurutku . Diajaklah saya masuk Tarekat Naqsabandy apa artinya dari ajaran inipun saya tidak tahu dan buta tapi saya selalu menggikutinya. 5 bulan sudah masuk tarekat, selama itupun ketergantungan dengan minuman keras masih tidak bisa saya hilangkan tapi yang jelas semua ini akan berhenti. Akhirnya saya diajak mengikuti iktikaf selama 10 hari, selama 10 hari itulah bagi saya terasa amat berat dan melelahkan bahkan seluruh badan terasa sakit tapi saya pasrahkan semua ini kepada Nya dan tetap bertahan sampai hari terakhir. Iktikaf pun ditutup dengan acara kenduri diikuti oleh semua peserta Iktikaf dan jamaah. Begitu acara kenduri selesai badan saya mulai berangsur2 mulai membaik.
Keesokan harinya kami menuju kekotaku melalui stasiun Senen. Dalam perjalanan itu saya berpikir mengikuti Tarekat inilah jalan satu2nya merubah hidup yang lebih baik. Perasaan takut dan jera sering datang dalam diri apa lagi melalukan hal2 keburukan dan kejahatan yang selama ini kulakukan. Dan berjanji tidak akan melakukannya lagi memanglah amat teramat berat tapi semua ini adalah pilihan hidupku.
Sesampai dikotaku kami langsung kembali pada pekerjaan masing2, akupun masih tetap dijalanan walau terkadang ikut bosku. Hari demi hari kujalani terkadang ada perasan lain bila bertemu dengan teman2 jalanan bahkan saat Paijo dan Parmin menawarkan minuman keras pun kutolak ” Eh ada apa dengan kamu” kata Paijo. “Tidak ada apa2 saya ingin berhenti dan janji tidak minum2an keras lagi” kataku, mereka sangat terperangah dan terheran2, akhirnya mereka meneruskan sisa minuman itu. Bau minuman terasa menyengat dihidung, rasanya mau muntah entah kenapa, menurutku karena diriku mengikuti amalan2 yang selama ini kujalani dan sejak saat itulah saya sadar akan kesalahan2 yang selama ini kuperbuat.
Suatu hari saya bertemu dengan bosku, menawarkan kepadaku untuk mengikuti iktikaf lagi dan bekerja di sana, saya pun menghiyakannya. Kukemasi barang2 dan pakaian lalu saya pamit pada orang tua untuk beberapa bulan tinggal di Sawangan. Bukannya beberapa bulan lagi saya tinggal tapi sampai sekarang saya masih tetap berdiri disini karena saya menemukan ada yang lain tidak tahu kenapa. Wawallahu alam.
Analisa :
Bila minuman keras ini dikonsumsi secara terus menerus [ berkelanjutan] maka dengan cepat akan menimbulkan penyakit gangguan Liver [Hati] atau muntah darah dan mengakibatkan kematian.
Dari segi kesehatan. Pengaruh minuman keras dibagi menjadi menjadi dua;
1. Susunan saraf otak, pengaruhnya adalah
Hilangnya kesadaran; bila seseorang kehilangan kesadaran diri maka tingkah lakunya akan diluar batas2 kewajaran dan aturan2 dalam masyarakat.
- Dari taraf rendah; mabuk dan pingsan
- Ketagihan [adiksi]; Perasaan ini akan muncul sewaktu2, bila tidak terpenuhi akan mengakibatkan rasa gelisah, resah dan tidak menentu.
2. Terhadap saluran pencernaan ;
- Lambung dibagi dua yaitu ;
- Paling berat muntah darah
- Paling ringan penyakit maag
- Liver [hati] ; gangguan pada fungsi hati.
Ada berbagai macam cara pengobatan ;
- Pengobatan Alternatif.
- Terapi dokter.
- Kesadaran dari dalam diri sendiri untuk tidak mengonsumsinya .
Jadi kesimpulannya bahwa :
- Bila kita mempunyai keinginan dan kemauan yang kuat pasti suatu saat akan berhasil.
- Hidup ini memang keras tapi kalau kita mempunyai itikat dan kemauan yang baik pasti akan ada jalan keluar yang terbaik bagi kita
- jangan katakan “Ya” pada minuman keras dan narkoba
by: 27 Ambon





One Comment, Comment or Ping
ini cerita diri sendiri atau orang laen//….?? Kayaknya …??? eHmm…
Capee…DEehh.. ;p
Jun 28th, 2008
Reply to “Pintu Tobat (True Story)”